Rabu, 30 Januari 2013

CINTA gak kemana...


Disinilah pertama kali ku mengenal CINTA itu..

Dan disini pulalah CINTA itu…

CINTA itu menyakitiku..

Hari yang amat terlalu indah dan sayang bila kulewatinya. Ya ini hari yang amat ku suka, rabu ya ini adalah hari yang bebas untukku. Bukan berarti bebas dari segala tugas atau apalah itu. Di hari rabu entah mengapa hatiku selalu merasa bebas sekalipun banyak tugas menantiku di kampus. 

Hey siapa dia? Aku sangat senang melihatnya ya dia Lisa!! Perempuan yang selalu menarik perhatianku, perempuan manis yang simple namun tetap modis. Jujur aku menyukainya! Namun bagaimana caranya untuk mengungkapkan perasaanku ini? Aku tak sekelas dengannya bahkan aku beda jurusan dengannya tapi satu fakultas. Aku bingung., ingin sekali aku berkenalan dan bisa menjadi orang yang dekat dengannya bahkan orang yang special untuknya. Tapi selalu entah rasa apa yang slalu membuatku kaku padahal tinggal sedikit lagi ku bisa berkenalan dengannya.

Yaa.. ada sedikit harapan untukku. Temannya selalu meledek dirinya, aku tau itu teman-temannya mungkin memperhatikanku karna aku sering memperhatikannya. Namun yang kulihat Lisa tak menghiraukan ledekan teman-temannya itu, apa memang dia juga tak pernah menghiraukan aku yang selalu memperhatikannya?

CINTA itu diam dan tak mengarah kepadaku…

 “Ma… maaf”, suara itu menggetarkan hati ini. Sepasang bola mata yang indah itu menatapku, ini pertama kalinya kita saling bertatapan. CINTA itu menatapku.. Lisa ya itu Lisa!!

“ya silahkan..!!”, kupersilahkan dia masuk ke lift yang disitu hanya ada aku. Ya aku dan dia dalam satu lift, hening dan hening.

“boleh tolong lantai 4nya??”, Lisa meminta padaku.

“Oo iya iya.. “, aku dengan senyumku. Jujur dalam hati ini menyuruhku untuk lekas berkenalan dengannya karna ini waktu yang tepat, tapi lagi… aku terlambat!! Lift terbuka, dan ini lantai 4. Dia memberikan senyuman padaku dan lekas keluar. Dalam fikirku tak apalah seenggaknya dia tau aku walau tak mengenalku. Dengan gembiranya aku menceritakan hal itu pada temanku, mereka teman-temanku tau aku menyukainya.

“Oo jadi Lisa yang itu??”, tiba-tiba salah satu temanku memotong pembicaraanku.

“kenapa?”, aku. “itu sih temen komplek gue dii..”, Joni menunjuk ke arah Lisa.

“hah?? Serius? Boong aje luu…”, aku menghiraukannya. “ni lo liat gue punya PINnya!! Klo lo mao ni fb ama twitternye juga ada nih!!”, Joni sambil menunjukan Hpnya.

“kenapa… kenapa lu ga dari dulu bilang cumiiiiiii!! Sekian lamaaaaa….”,aku sambil ngusel-ngusel kepala Joni.

Segera ku invite PINnya namun lama tak respon darinya, sampai akhirnya kita dipertemukan kembali dalam seminar itu. Seminar bertema ekonomi, di aula itu kesempatan itu datang. Seminar belum juga dimulai aku duduk di tempat yang telah disediakan bersama teman-temanku menunggu seminar dimulai. Membosankan, banyak mahasiswa yang berlalu lalang mencari kursi yang kosong. Dan siapa itu?? aku melihat Lisa bersama teman-temannya mendekat kearah kursi-kursi yang masih kosong disebelahku.

“Maaf bangku ini masih kosong kan??”, Lisa bertanya padaku. “iya.. iya ini masih kosong”, senyum itu kembali menghampiri mataku, sungguh senyuman yang manis menghiasi wajahnya. Ya teman-teman Lisa sepertinya mulai meledek Lisa lagi, dengan senyuman usil mereka. Ya biarlah dan jujur dalam hati aku sangat mendukung ledekan itu. teman-teman Lisa tau bahwa aku menyukai Lisa walau aku tak pernah mengatakannya, mungkin mereka membaca gerak tubuh dan ekspresiku hahaha.. tak lain temanku pun meledek ku tapi entah mengapa begitu tenang kali ini hatiku.

Para motivator terus berargumen didepan sana dengan mic-nya, dan sungguh itu membosankan.

“Mau ini??”, Lisa menyodorkan permen karet padaku dan aku tak menolak itu. dari situ aku mulai berbincang-bincang dengan dia. Dia sungguh menyenangkan, ternyata dia juga merasa bosan dan mengikuti seminar itu hanya karna sertifikatnya. Hahahaaa itulah mahasiswa!! Namun ku melewatinya ya kesempatanku untuk berkenalan, ya sepanjang perbincangan tadi kami tak mengenalkan diri kami masing-masing kami asik berbincang sampai lupa hal itu. Namun aku senang kita bisa sedekat itu..

Keesokan harinya…

“Lis… Lisaaa!!”, dari kejauhan ku dengar suara memanggilku ya aku Lisa.
“eloo?? Ih kemana aja baru liat lagi gue lo dikampus?”, ya itu dia aku lekas menghampirinya dan duduk di sebelahnya. Dia adalah Joni, teman di komplek rumahku.
“gue kan selalu ada di hati lo??”, Joni bergurau.
“ahh shitt…. Ga ilang ya dari dulu penyakit lo!!”, aku meledeknya.
“haha bisa aja lo!! Heh pasti lo lg bolos yaa??”, Joni ingin tau.
“ih jadi dukun ya sekarang? Hehehe iya biarin deh kata dosennya absensi ga ngaruh jadi mendukung lah!!”, aku.
“mendukung buat lo rajin?? Rajin bolos maksudnya hahahhaa…”, Joni kembali meledekku. “hei diii… Rendiii!!”, tiba-tiba Joni memanggil seorang pria tinggi tegap, ya itu dia seperti biasa dengan rambutnya yang ikal dan gayanya yang simple namun tetap terlihat rapih. Dia.. dia yang mereka teman-temanku bilang sering memeperhatikanku. Dia berjalan mendekat menghampiri kami. Ya dia kini berdiri di depanku, dan mata kami saling bertemu dan menatap.. dan seketika suasana hening.
“eh kalian bengong gitu?”, Joni memecah suasana.
“ehh hahahahaa.. Lisaa?? Ko disini?”, Rendi ingin tau.
“lo tau nama gue?”, aku terkejut ternyata dia tau namaku ya mungkin karna kemarin saat seminar ekonomi itu.
“eh eee (Rendi sambil menggaruk kepalanya), kemarin kan eee.. itu aku dengar teman-teman kamu manggil nama kamu jadi aku tau nama kamu hehehe”, sebenarnya Rendi tau nama Lisa sejak lama sejak dia sering memperhatikan Lisa.
“ehemmm… ko jadi kaku gitu si lo diii?? Biasanya lo paling gokil klo ketemu jambak gue? Sekarang kenapa jadi senyum-senyum ga jebo?? hahahaa ga biasanya ngomong pake AKU whahaha??”, Joni meledek Rendi.
Rendi tak mampu membalas kata-kata Joni, dia hanya tersenyum simpul dan mukanya memerah. Ya aku sadar benar ekspresi itu, sepertinya memang benar dia menyukaiku. Tapii..
“Lisa..”, terdengar sura pria memanggilku memecah suasana obrolanku dengan Rendi dan Joni. Aku menoleh ke belakang dan itu.. dia Hans!! Akhir-akhir ini aku memang sedang dekat dengannya, bahkan dia telah menyatakan cintanya untukku ya sehari yang lalu. Namun aku belum memberikan jawaban padanya, entah mengapa aku menjadi ragu. Dia adalah pria yang sangat kusuka dari pertama aku berada di kampus ini dan pertama kali ku melihatnya, namun tak ada yang tau itu kecuali temanku Siska dan Pricil. Mereka sahabatku yang sangat kupercaya.
“eh ko ga masuk bukan ada jadwal??”, Hans ingin tau dan dia masih berdiri di belakangku.
Ku membalikan badanku..
“e eee itu aku tadi kesiangan jadi klo aku masuk juga ga bakal diabsen soalnya telat!!”, aku memberi alasan.
“oo.. oiya nanti sore kayanya kita ga jadi deh soalnya aku mau pergi lagi ada job! Hehehe maaf yaa maaf banget..”, aku memohon.
“iya yaudah ga apa-apa tapi kapan kamu jawab itu? aku tunggu keputusanmu!!, kalo gitu aku masuk kelas dulu yaa”, dia lekas pergi.

Apa?? Apa yang pria itu katakana? Jawaban? Keputusan? Itu yang tiba-tiba mengikat pikiranku. Apa mungkin kali ini aku terlambat lagi? Sepertinya pria itu telah menyatakan cinta pada Lisa. Hati ini berubah tak karuan dan mengapa harus pria itu? entah mengapa aku tak suka melihatnya. Perasaan itu bukan hanya karena aku cemburu tapi sepertinya aku merasa pria itu tak baik untuk Lisa. Tapi kucoba menenangkan hatiku.

 “kayanya bakal ada yang patah hati nii…”, Joni menyindirku. Lisa hanya tersenyum.

Malam ini aku makan bersama teman-temanku di café, menikmati kopi dan cakenya yang begitu lezat. Termasuk Joni ikut berkumpul bersama 2 temanku yang lain.

Brukk… sebuah kotak cake terjaduh dan isinya pun jadi rusak berantakan mengotori lantai. Ku lihat sosok gadis manis itu, matanya berkaca-kaca melihat sepasang pria dan seorang wanita yang duduk tak jauh dari tempatku duduk. Ya dia Lisa.. ia melihat Hans sedang bermesraan bersama wanita lain, ya dia wanita itu Pricil….

To be continue….

Selasa, 29 Januari 2013

BENCI ITU CINTA...

Inilah CINTA..

Ya tak ada yang dapat menolak ketika ia merasuk dalam hati dan jiwanya, karna CINTA itu bergerak dengan bebas dan akan terhenti saat gerakan itu mulai terikat dan kaku terdiam pada yg satu.

Pagi itu BENCI itu bergerak melewatiku dengan senyumnya..

“Pagi….”, ya BENCI itu menyapaku saat ku berdiri didepan pintu kelas kampusku. Senyum itu seketika membuat dadaku sesak dan membuat mukaku memerah, entah mengapa?? Kenapa? Sesak itu terasa berbeda, karna sesak itu bukan karna BENCI namun perasaan lain yang menyesakkan dadaku.

Semester ini sungguh membosankan begitu pula dengan dosen-dosennya, padahal tinggal 1 semester lagi aku harus menyelesaikan tugasku disini, ya dikampusku tercinta ini!! “Hei Didiiii!! Bengong aja?? Ini buat kamu…” ya BENCI itu menyodorkan selembar fotokopian tugas kepadaku. “Ma.. makasih Sisilllll!! (dengan senyuman genit)” serentak seisi kelas riuh dengan ledekan itu lagi.. 

“cieeeee.. cikiciew cieee Didiiiii!!”, ya mereka selalu meledekku dengan si BENCI itu sejak saat itu, saat aku dan mereka semester 2 yang awalnya aku sangat tidak menyukainya karna sifatnya yang sombong dan jutek, aku sempat mengatakan hal itu pada beberapa temanku namun semakin aku tak menyukainya entah mengapa hampir setiap mata kuliah si BENCI itu selalu selalu sekelompok denganku. Sejak itulah mereka meledekku, mereka selalu meledekku dengan kata-kata “Itu namanya JODOH!!”, ya aku tak pernah menghiraukan ledekan mereka. Namun kenapa? Kenapa sekarang justru berbeda….

Semakin lama karna tugas-tugas itu kita semakin sering berkomunikasi, ya aku dan BENCI. 
Dan semakin lama BENCI itu menghilang….

BENCI itu kini menghilang dan perlahan sesuatu itu yang mulai perlahan menghampiriku..
Itulah CINTA…

Kini aku tak akan bisa mengelak saat CINTA itu memberi senyum hangatnya untukku, ku balas senyum itu dengan wajah yang berseri-seri. “ketauan kan sekarang!! Ngaku aja deh…”, temanku mengagetkanku. “apaan siii??”, aku seolah tak mengerti. “lo suka kan sama Sisil??”, dia memojokanku. “oke oke!! I..iya gue suka sama dia!!”, dengan nada gugup ku menjawabnya. Akhirnya kata-kata itu keluar dari mulut ini.. agak sedikit lega rasanya telah mengatakan hal itu walau bukan pada CINTA itu.

Hari berlalu.., ini adalah beberapa minggu menuju wisuda. Ya aku akan segera meninggalkan kampus ini, kampus yang memberikan banyak cerita untuk ku. Dan kini cerita itu apa mungkin akan berakhir dengan happy ending??

apa CINTA itu memang untukku?

Inilah hatiku.. apa harus ku berhenti berharap akan CINTA mu yang tulus?

Apa harus ku berhenti berharap walau itu berat??

Ya CINTA itu sudah ada yang memiliki, dan dia menyukainya. “hei aku pulang duluan yaaa!!”, CINTA itu melambaikan tangannya dan..

Ku melihat seorang pria digerbang kampus menyambut CINTA itu. ya ku akui pria itu memang terlihat keren. Tapi itu membuat hatiku sakit…
“sampe kapan lo bakal mendem perasaan lo??”, temanku Coki.
“gila lo ya? Lo ga liat apaaa??”, aku kesal.
“hmm.. iya gue liat dan gue tau itu. Janur kuning belom melengkung, cincin belom melingker, ijab belom dikabul!!! tapi apa lo mau nyerah gitu aja setelah lo pendem lama perasaan lo itu?? 2 taun mennn..”, Coki mencoba menyemangatiku.
Dalam hati ku memikirkan kata-kata Coki, ya kata-katanya memang ada benarnya juga.

Malam setelah wisuda…
“07:00 : Kamu dimana? Aku kerumah kamu ya!!”, sms Didi.
Aku memberanikan diri menuju kerumahnya, ya aku akan sampaikan perasaanku ini. Angin malam menerpaku perlahan merapuhkan tubuhku dengan dinginnya.
Aku tiba di rumahnya tak lupa seikat bunga dengan surat kecilnya yang diselipkan di bunga-bunga yang indah itu…

Ramai sekali (berdiri didepan rumahnya sambil memperhatikan), orang-orang duduk rapi tertata di rumahnya. Mereka tepana pada seorang perempuan yang berdiri dengan gaunnya yang sangat terlihat anggun dan cantik, dan tiba-tiba pria itu berdiri menghampirinya dengan pakaian yang senada dan kotak kecil di genggaman tangannya..

Sekejap tubuhku terasa kaku ingin ku berlari dan segera pergi dari tempat ini namun,…
Tangan CINTA itu menyambutnya.. dan terlingkar cincin di jemari manisnya..
Ya mereka bertunangan…

-( END )-

Dear sisil.,
Maaf jika aku mencintaimu.. tapi ini memang adanya.
Aku berharap waktu akan mengubah semua perasaanku, namun…
BENCI terlanjur menjadi CINTA!!
Didi
Ternyata di keesokan paginya sisil menemukan rangkaian bunga beserta surat kecil itu. dan Sisil pun membacanya. Ia menangis.. ya ternyata Sisil pun menyukai Didi, pertunangannya dengan pria itu karna perjodohan orangtua. Dan saat itu Sisil mendapat berita bahwa Didi telah meninggalkannya untuk selamanya karena kecelakaan sepulangnya malam tadi..

Senin, 31 Desember 2012

Letter


Latter from PIPPO... 

Dear Milan fans,... 

when I got to the club you didn’t know this. I was in a hotel room and couldn’t leave so as not to compromise the negotiations between Juventus and Milan. The first weeks, the first months, you studied me and we watched each other.
Then we fell in love. That evening against Torino. You were angry, things weren’t going well on the field and you were in silence. I started warming up and the roar you gave me made us win the match, pushing us into the Champions League and towards that final in Manchester. These memories as well as all those who consoled me in the difficult months of 2004 and 2005 and the shivers down the spine that we felt on 9 August 2006, my birthday against Stella Rossa will always be in the bedside drawer of my heart.
Athens. Football given to us for one reason: me and you, us, we wanted is so strongly, so intensely that it had to be given. Of course the reality went beyond our wildest dreams. 2 goals, against Liverpool, 2 years after Istanbul, the seventh Champions League. Destiny gave us more than we had dared hope.
Today I would like to thank with affection and emotion President Berlusconi and Adriano Galliani: their electricity and their ability to transmit emotion for me made me stronger and pushed me beyond any and all limits. But I also want to give a thought to those who, from the youth sector to all the wonderful clubs that I’ve played for, helped me to become the man and the player that I am today.
Thank you Milan, thank you football. Allow me to call you my own, the people of Via Turati, from Milanello to the offices to the phone operators to the warehouse workers, the physiotherapists, the doctors, the cooks, from the stadium to the changing room. All the people who saw me on Sunday with the short sleeves and shook with the hope that I would score. Ciao Carlo Ancelotti, I won a lot with you. Ciao to my wonderful fans who followed me the world over with affection and passion. Ciao to my team mates from today and yesterday.
Last of all allow me to thank my family, my mother Marina, my father Giancarlo, Simone and Tommaso. I never would have got here without you. You’re my strength. My dear Milan, I’m leaving you only because that the way life goes. The moment has come and you know it as well.
Ciao and thanks to everyone,
Pippo Inzaghi.

Dia Untukmu...

"Ya Tuhan aku hanya ingin yang terbaik untuk hidupku...", itu doaku. Semalaman ini aku tak mampu memejamkan mataku!! aku takut jika kupejamkan mataku dan kemudian aku tak bisa membukanya kembali.

Aku mencintainya...



Not your fault


don't blame your heart
and you don 't blame yourself
what do you feel , all just apparent
not your fault if you love him
not your fault if you think about it
not your fault anyway if expecting it to

No one was to blame

 if it is wrong
please release
release the heart of all this
because all that 's not the same
not the same with your heart

keep smiling

the most beautiful smile
for those who you hold dear and love you

Selasa, 25 Desember 2012

Motivasi ajaa...


Ini adalah hidupmu.., dan ini adalah duniamu!!
Allah telah menciptakanmu dengan kasih dan sayangnya..
Bersyukurlah atas semua yang telah ia berikan kepadamu..
Begitu banyak hikmah yang telah aku dapat dari setiap jam, menit dan detiknya. Begitu banyak pelajaran yang telah ku dapat!! Pelajaran yang begitu berharga tentang arti hidup..
Engaku telah menciptakan setiap makhlukmu dengan beragam bentuk dan rupanya, sungguh engkau yang maha besar..
Dan selalu akan ku ingat bahwa “Allah tidak akan merubah nasib setiap kaumnya kecuali ia merubahnya sendiri!!”
Jangan kau salah paham dengan semua yang telah terjadi di dunia ini., karena setiap segala sesuatunya itu percayalah pasti mempunyai hikmah tersendiri..
Sikapilah semua masalahmu dengan pikiran yang jernih!!

Minggu, 16 Desember 2012

Evolusi dari CBIS

BAB I
PENDAHULUAN

CBIS (Computer Based Information System) atau yang dalam bahasa Indonesia lebih dikenal dengan sistem informasi berbasis komputer yaitu merupakan sebuah sistem yang terintegrasi, sistem - manusia - mesin yang memanfaatkan perangkat keras, perangkat lunak, database dan prosedur yang bertujuan untuk menyediakan informasi yang mendukung kegiatan organisasi.

Dalam perkembangannya sistem informasi berbasis komputer atau CBIS mengalami beberapa tahapan evolusi, yaitu :

1). Tahap ke-1
Awalnya komputer digunakan untuk aplikasi akuntansi (pengolahan data elektronik/EDP). Pada tahap ini Accounting Information System (AIS) menggunakan komputer hanya untuk data perusahaan yang bersifat sederhana, dimana informasi untuk manajemen masih merupakan produk sampingan.

2). Tahap ke-2
Muncul konsep SIM (Sistem Informasi Manajemen)yaitu menyediakan informasi manajemen di setiap area fungsional dan level aktivitasnya. SIM merupakan sumber daya organisasi yang menyediakan informasi pemecahan masalah bagi sekelompok manager secara umum mewakili suatu unit organisasi seperti suatu tingkat manajemen atau suatu area fungsional.

3). Tahap ke-3
Ilmuan dari MIT ( Messachusetts IT) memformulasikan sistem pendukung keputusan atas DDS. DDS (Decision Support System) adalah penghasil informasi yang ditunjukan untuk suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer serta pengambilan keputusan.

4). Tahap ke-4
Berfokus pada perkembangan kkomunikasi dengan adanya OA ( Office Aumation). Aplikasi OA memudahkan komunikasi dan menambah produktifitas di antara manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat-alat elektronik, seperti modem, faksimil, word-proccesing, electronic mail, dan dekstop publishing.

5). Tahap ke-5
Berfokus pada konsultasi dengan berkembangnya kecerdasan buatan (AI) adanya sistem pakar (expert system) yaitu sistem yang menyediakan layanan seperti layaknya seorang konsultan manajemen.


BAB 2
PEMBAHASAN

Beberapa jenis evolusi CBIS

>> Sistem Informasi Akuntansi (SIA)
merupakan suatu rangkaian yang bersangkutan untuk mendapatkan informasi dari sebuah perusahaan untuk melakukan proses pencatatan akuntansi. Tugasnya yaitu pengumpulan data, manipulasi dan penyimpanan data, serta menyediakan dokumen. SIA menghasilkan beberapa output informasi dalam bentuk laporan akuntansi standar dan menyediakan database yang lengkap untuk digunakan dalam pemecahan masalah.

>> Sistem Informasi Manajemen (SIM)
sebuah sistem yang terpadu untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah database.

Tujuan dibentuknya Sistem Informasi Manajemen yaitu supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam membuat keputusan manajemen, baik yang menyangkut keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis.

>> Sistem Operasi Perkantoran
Otomasi perkantoran ( Office Automation ) mencakup semua sistem elektronik formal dan informal yang terutama berkaitan dengan komunikasi informasi dari orang-orang didalam maupun diluar perusahaan.
Kelompok pemakai OA adalah :
a) Manajer
b) Pegawai administrasi
c) Sekertaris
Tujuannya yaitu untuk mengurangi biaya administrasi, pemecahan masalah, dan pelengkap bukan pengganti. Beberapa contoh aplikasi OA adalah pengolahan kata, e-mail, voice mail, kalender elektronik, konferensi audio/vidio, konferensi komputer, imaging, dan desktop publishing.

>> Sistem Pendukung Keputusan
Membantu pembuatan keputusan dalam menggunakan dan memanfaatkan data dan model untuk memecahkan masalah yang tidak berstuktur.

Tujuannya :
1. Memberikan dukungan untuk pembuatan keputusan pada masalah yang semi/tidak berstuktur.
2. Memberikan dukungan pembuatan keputusan kepada manajer pada semua tingkat dengan membantu integrasi antar tingkat.
3. Meningkatkan efektifitas manajer dalam pembuatan keputusan dan bukan peningkatan efesiennya.

Karakteristiknya :
1. Adaptability
2. Flexibility
3. User friendly
4. Support intellegence, design, choice
5. Effectiveness

>> Sistem Pakar
adalah suatu program komputer yang mengandung pengetahuan dari satu atau lebih pakar manusia mengenai satu bidang spesifik. Bentuk umum sistem pakar adalah suatu program yang dibuat bedasarkan suatu set aturan yang menganalisis informasi mengenai suatu kelas masalah spesifik serta analisis matematis dari masalah tersebut. Sistem ini memanfaatkan kapabilitas penalaran untuk mencapai suatu simpulan.


BAB 3
Kesimpulan

CBIS merupakan suatu sistem yang terintegrasi yang memanfaatkan perangkat keras dan lunak, database serta prosedur yang bertujuan untuk menyediakan informasi yang mendukung kegiatan suatu organisasi.
Evolusi dari CBIS :
1. SIA (Sistem Informasi Akuntansi)
2. SIM (Sistem Informasi Manajemen)
3. Sistem Operasi Perkantoran
4. Sistem Pendukung Keputusan
5. Sistem Pakar

Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/sistem_pakar
http://duniabaca.com
http://fanidaraningrum.blogspot.com